KETIKA pertama kali mengetahui saya "terpilih" menempati posisi ke-7 sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, saya sempat menertawakan diri saya sendiri. Ungkapan yang saya pilih, dan saya katakan kepada sesama teman staf ahli di DPR, bisa jadi sangat sarkastis: Mungkin Tuhan pun bingung bagaimana harus menolong diri saya sebagai caleg....
Sebab, dengan nomor urut kedua dari bawah itu (dari total caleg 8 orang), saya merasa tak cukup memiliki sumber daya yang bisa menjadi alasan bagi Tuhan untuk bisa menolong saya secara logis. Karena pertolongan Tuhan pun harus mengikuti sunatullah (natural law) atau hukum sebab-akibat yang rasional.





