30 November 2008

Mungkin Tuhan Pun Bingung Menolong...



KETIKA pertama kali mengetahui saya "terpilih" menempati posisi ke-7 sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, saya sempat menertawakan diri saya sendiri. Ungkapan yang saya pilih, dan saya katakan kepada sesama teman staf ahli di DPR, bisa jadi sangat sarkastis: Mungkin Tuhan pun bingung bagaimana harus menolong diri saya sebagai caleg....

Sebab, dengan nomor urut kedua dari bawah itu (dari total caleg 8 orang), saya merasa
tak cukup memiliki sumber daya yang bisa menjadi alasan bagi Tuhan untuk bisa menolong saya secara logis. Karena pertolongan Tuhan pun harus mengikuti sunatullah (natural law) atau hukum sebab-akibat yang rasional.


16 November 2008

Seorang Ibu yang Shalat di Pematang Sawah



SIANG ITU (Sabtu, 15 Nov 2008), saya tengah mencoba sepeda motor yang akan saya pakai mendampingi bos saya, anggota DPR RI Aria Bima, yang melakukan kunker (kunjungan kerja) di Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan seputarnya. Ketika itu saya melewati kawasan industri di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pada saat inilah saya menjumpai seorang ibu tengah duduk di pematang sawah, di bawah terik matahari sekitar pukul satu siang. Awalnya saya kira ibu itu sedang mencari rumput atau, maaf, buang hajat dengan sembarangan. Tapi ketika motor saya berada di jalan aspal bergelombang, tepat di belakang posisi duduknya, tiba-tiba badan saya merinding. Subhanallah (Maha Suci Allah), ibu itu rupanya sedang sembahyang...

09 November 2008

Menyoal Nama Tim Pembela Muslim


SEBAGAI Muslim, sudah sejak lama sebetulnya saya merasa sangat terganggu dengan nama Tim Pembela Muslim (TPM), yang dipakai para pengacara pelaku pemboman Bali I, Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera. Namun baru kali ini, sehari usai jenazah ketiga terhukum mati itu masuk liang lahat, saya sempat menuliskan kerisauan hati ini.